Dari Maudy Ayunda Hingga Jerome Polin: Memetik Inspirasi Pentingnya Bahasa Asing Sejak Dini





“Kalau kamu sudah besar, kira-kira kamu ingin jadi apa?”
“Hm, aku mau jadi konten kreator kayak yang di YouTube itu, Bu!”

Parents, pertanyaan di atas pasti sudah menjadi daftar wajib yang selalu ditanyakan kepada anak, bukan? Tentu, sebagai orang tua, kita ingin tahu apa yang menjadi cita-cita mereka saat ini. Ada yang kelak ingin menjadi seorang dokter, polisi, tentara, dosen, perawat, presiden, bahkan mungkin di era sekarang banyak anak yang menginginkan untuk menjadi seorang konten kreator.



Apapun yang menjadi mimpinya, sebagai orang tua tentu kita harus selalu mendukung mereka dengan memberikan persiapan pendidikan terbaik yang dimulai sejak dini. Persiapan pendidikan dapat dilakukan dengan mulai membangun kebiasaan membaca dengan memberikan koleksi buku yang sesuai dengan minat mereka, menyediakan lingkungan belajar yang mendukung baik dalam aspek kenyamanan dan fasilitas, membantu anak dalam mengeksplorasi minat dan bakatnya, turut memberikan dukungan emosional baik berupa pujian maupun dalam pengelolaan emosi, dan perkenalkan mereka dengan teknologi secara bijak untuk semakin menambah pengalaman keseruan anak dalam belajar. Selain itu, Parents juga dapat mengenalkan mereka dengan tokoh-tokoh inspiratif baik fiksi maupun non-fiksi melalui kisah lisan, film, dan buku-buku cerita.

Mengenal Tokoh Muda Inspiratif Indonesia: Maudy Ayunda & Jerome Polin

Berbicara tokoh-tokoh inspiratif, dengan persebaran informasi yang relatif sangat mudah kita akses saat ini, tokoh-tokoh muda inspiratif semakin banyak kita temui baik di internet maupun sosial media. Kemajuan teknologi dan digitalisasi juga semakin meningkatkan jumlah influencer-influencer muda, tak terkecuali influencer muda yang berpendidikan tinggi. Banyaknya tokoh muda inspiratif saat ini semakin membuat kita sebagai orang tua terinspirasi untuk mendukung anak-anak kita mencapai mimpi yang mereka miliki.

Beberapa tokoh muda inspiratif seperti Maudy Ayunda dan Jerome Polin menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan dukungan orang tua bisa mengantarkan anak pada kesuksesan. Maudy Ayunda, selain berkarir di dunia hiburan, berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Oxford dan S2 di Universitas Stanford. Jerome Polin, dikenal karena kepintarannya di bidang matematika, lulus dari Universitas Waseda dan sukses sebagai konten kreator YouTube.

Di Balik Kesuksesan Tokoh Muda Inspiratif, Ada Ilmu Parenting yang Bisa Kita Pelajari


sumber: vector illustration
sumber: vector illustration


Parents pasti ingin anak-anak kelak sukses menjadi seperti mereka, bukan? Tapi, penasaran gak sih, seperti apa ya kira-kira parenting yang diajarkan hingga bisa mengantarkan mereka menjadi sukses seperti sekarang? Yuk, kita intip secara singkat!

Ternyata, baik Maudy Ayunda maupun Jerome Polin, parenting yang didapat keduanya dari seorang ibu memiliki kesamaan-kesamaan yang dapat dipelajari nih, Parents. Dilansir dari laman The Asian Parent dan Ibupedia, berikut ilmu parenting yang bisa Parents pelajari.
  1. Keduanya sama-sama mendapatkan motivasi dan dukungan penuh dari orang tuanya. Misalnya, motivasi yang didapat oleh Maudy Ayunda adalah adanya ibu sebagai teman diskusi untuknya, selalu diberi kepercayaan akan potensi yang dimilikinya, selalu hadir dan meluangkan waktu untuknya, hingga tidak pernah mengalami pengalaman dibanding-bandingkan dengan anak lain. Sedangkan Jerome Polin selalu mendapat dukungan dan motivasi lisan dari Ibunya untuk menguatkan mental dalam meraih mimpinya.
  2. Mereka juga diberi ruang untuk disiplin dan bertanggung jawab. Dengan dorongan dan bimbingan yang konsisten dari ibunya, Jerome mengungkapkan bahwa hal tersebut membantunya tetap fokus pada tujuan akademis dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk aktivitas yang tidak produktif. Sebuah studi oleh Harvard University menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima dukungan dan pengawasan yang tepat dari orang tua cenderung memiliki prestasi akademis yang lebih baik dan lebih disiplin dalam mengelola waktu mereka. Berbeda dengan Jerome, Maudy diajarkan untuk bertanggung jawab sedari kecil sesederhana dalam menyiapkan piring atau mencuci piring.
  3. Membaca Buku Sejak Kecil. Ya, ternyata baik Jerome maupun Maudy, keduanya telah dibiasakan membaca buku sejak kecil, sehingga tidak heran jika keduanya senang untuk belajar.

Tiga poin itu ternyata penting banget ya untuk kita aplikasikan dalam mendukung anak agar memiliki kebiasaan baik untuk pendidikannya. 

Tapi eh tapi, menurut parents, ada gak sih langkah pertama yang wajib banget dilakukan agar anak bisa sukses di masa depan terlebih di era abad ke-21 dengan persaingan yang semakin ketat ini? Kalau ada, kira-kira apa, ya?

Apa Kunci Awal Agar Anak Sukses?

sumber: vector illustration

Parents, kunci awal dan paling utama yang dimiliki Maudy Ayunda dan Jerome Polin hingga bisa sukses dan menjadi mahasiswa top universitas dunia adalah kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Di abad ke-21 ini, memahami dan menguasai bahasa Inggris menjadi pondasi penting bagi anak agar semakin membuka peluang besar untuk menguasai berbagai bidang yang ingin ia tekuni. Selain itu, ada empat poin penting yang menjelaskan lebih dalam mengapa bahasa Inggris ini sangat penting untuk masa depan anak.
  • Memberikan keunggulan lebih besar
Parents, jika anak kita memiliki kemampuan berbahasa inggris secara profesional di masa depan, tentu hal tersebut akan memberikan keunggulan baginya sehingga bisa berkompetisi di ranah internasional secara akademik dan berpeluang besar untuk mendapat pekerjaan di perusahaan atau lembaga terkemuka secara karir.
  • Dibutuhkan di berbagai bidang
Bukan hanya untuk karirnya saja, persiapan bahasa inggris bagi anak juga ternyata sangat dibutuhkan dalam bidang sains, teknologi dan sebagainya untuk kebutuhan penelitian, artikel ilmiah, hingga berbagai literatur penting yang dapat membantu anak semakin mudah memahami dan menguasai bidang-bidang tersebut di kemudian hari.
  • Potensi berkuliah di top universitas dunia
Seperti halnya Jerome Polin dan Maudy Ayunda, skil bahasa inggris bagi anak juga dapat menjadi gerbang awal untuk mengantarkan mereka berkuliah di universitas top dunia. Menurut laporan dari British Council, 85% universitas top dunia menjadikan kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu kriteria utama dalam penerimaan mahasiswa. Kemampuan bahasa inggris ini tentu dapat membuatnya menguasai perkuliahan dengan lebih mudah serta membantunya membangun jejaring teman maupun relasi dari berbagai belahan dunia.
  • Akses pengetahuan yang lebih luas
Penguasaan bahasa Inggris sejak kecil akan mendorongnya untuk belajar hal baru melalui buku dan literatur yang tersedia sehingga akses akan pengetahuan semakin luas bagi anak dan menambah banyak perspektif baru baginya dalam memandang dunia dan lingkungan sekitarnya.

Meski persaingan semakin tinggi, Parents tidak perlu khawatir karena kemajuan teknologi dan digitalisasi saat ini juga semakin mempermudah kita untuk mengenalkan dan mengajarkan bahasa asing pada anak. Pemanfaatan internet, sosial media, kanal YouTube, hingga aplikasi menjadi bukti adanya kemudahan akses bagi anak kita untuk belajar banyak hal baru, termasuk bahasa. Salah satu platform yang direkomendasikan untuk Parents coba bagi pembelajaran si kecil adalah Cakap.

Cakap Kids Academy, Bantu Anak Menjadi Cakap Berbahasa Inggris

sumber: cakap.com

Bagi Parents yang belum tahu, sebagai platform kursus berbahasa asing, Cakap memiliki program untuk dewasa dan anak. Program yang dirancang untuk anak ialah Cakap Kids Academy yang tidak hanya menawarkan kursus bahasa Inggris saja, loh Parents tetapi juga bahasa Mandarin.
  1. Belajar dengan para guru yang profesional, berpengalaman, dan bersertifikat, anak-anak akan dikenalkan dan diajarkan bahasa Inggris dengan metode yang menyenangkan dan interaktif. Di setiap akhir kelas, parents juga bisa memantau perkembangannya melalui laporan progres yang diberikan, loh!
  2. Fleksibilitas waktu pengajaran, karena parents dapat memilih bentuk dan waktu pengajaran baik secara online maupun offline sehingga jadwal dapat disesuaikan baik bagi orang tua maupun anak.
  3. Dengan materi yang dirancang sesuai usia melalui sebuah kurikulum, tentunya pembelajaran bahasa Inggris bagi anak akan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya dan akan selalu dibimbing setiap prosesnya.
  4. HANYA 67.800 per sesi, anak usia 4-12 tahun bebas belajar dengan eksplor, praktik, dan mendapat sertifikat serta dapat mengikuti wisuda setelah menyelesaikan level. Dengan klik kode referral ini, Parents juga bisa langsung bergabung dan mendapat keuntungan diskon hingga 15%, loh!


Sudah siapkah Parents mendukung kesuksesan masa depan anak dengan memastikan ia cakap berbahasa Inggris? Yuk, mulai dukung langkah awal perjalanan sukses anak dari sekarang dengan bergabung dan menjadi bagian dari Cakap Kids Academy. Karena #SiapaCakapDiaDapat, jadi pastikan si kecil mendapat dukungan terbaik dalam mencapai mimpinya, ya!

Komentar

Postingan Populer